Tahun 2010

Seminar Intern Pusat Penelitian Politik LIPI: “Dinamika Politik Menjelang Pilkada Surabaya 2010”

Kategori: Tahun 2010
Pada tahun 2010, sebanyak 18 kabupaten/kota dari 31 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Timur akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan salah satunya Kota Surabaya. Meskipun Pilkada Kota Surabaya baru akan digelar pada awal bulan Juni 2010, tetapi wacana mengenai pilkada tersebut sudah ramai dibicarakan sejak tahun 2008. Hal ini mungkin saja disebabkan Kota Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Bahkan sebenarnya, Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar pertama di Indonesia, mengingat Jakarta adalah provinsi. Pilwali 2010 merupakan kali pertama pilwali yang diikuti oleh calon perseorangan di Surabaya. Selain persoalan calon independen, Pilwali Surabaya 2010 juga diliputi berbagai persoalan lain mulai dari proses pencalonan hingga penetapan koalisi. Berbagai persoalan tersebut antara lain persaingan yang terjadi di internal parpol untuk meraih tiket kandidat hingga persaingan antar pendukung sang kandidat. Sehingga, wajar saja jika banyak orang yang ingin merebut kursi L-1 pada Pemilihan Walikota (pilwali) Surabaya 2010. Pertanyaan besar yang akan dibahas dalam seminar ini adalah siapakah pasangan calon yang kemungkinan besar akan menduduki kursi L-1. Dinamika politik menjelang Pilwali Surabaya 2010 dan isu-isu lainnya, terkait pilwali merupakan topik diskusi dalam ”Seminar Intern” pada hari Selasa, tanggal 2 Maret 2010 oleh Luky Sandra Amalia, S.IP. dengan makalahnya yang berjudul “Dinamika Politik Menjelang Pilkada Surabaya 2010”. Kegiatan seminar ini dihadiri paar peneliti Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI.
 
Lulusan FISIP Universitas Airlangga Surabaya ini menjelaskan kemungkinan pasangan pertama yang merebutkan kursi pilwali adalah pasangan calon yang diusung oleh koalisi PKB dengan Partai Gerindra yang sudah mengantongi modal awal sebesar 8 kursi DPRD Surabaya. Menurut pengamatan Sandra, koalisi ini akan mengusung pasangan calon BF. Sutadi dengan Dhimam Abror atau Emy Susanti Hendrarso. Pasangan calon yang kedua adalah pasangan calon yang diusung oleh Partai Demokrat yaitu Arif Afandi dan Partai Golkar yaitu Adies Kadir. Namun, calon pendamping lain yang juga mempunyai kans untuk menjadi cawawali Arif adalah Yulyani dari PKS. Menurut Sandra yang pada tahun 2009 bergabung dalam tim riset tentang nasionalisme ini, pasangan calon ketiga adalah pasangan calon yang diusung oleh PDIP yaitu Saleh Mukadar atau Tri Risman Harini, dengan cawawali Bambang DH. Pasangan terakhir yang akan diusung melalui jalur independen jika pasangan Fitradjaja Purnama dengan Naen Suryono dinyatakan lolos verifikasi faktual oleh KPUD Surabaya. Selain itu, pasangan calon lain yang kemungkinan maju dalam Pilwali 2010 adalah pasangan yang diusung koalisi partai poros tengah yang tersisa. 

Dalam paparan Sandra yang terakhir adalah bahwa dari dinamika politik menjelang Pilwali Surabaya 2010, kemungkinan besar akan ada tiga hingga empat pasangan calon yang akan berlaga memperebutkan kursi L-1. (Anggih Tangkas Wibowo)