Tahun 2010

Dua Penelitian P2P Raih IPSK Award

Kategori: Tahun 2010

Ritual tahunan Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), yaitu Refleksi Akhir Tahun digelar pada tanggal 8 Desember 2009. Bertempat di Auditorium Widya Grha LIPI, perhelatan tahunan kali ini mengangkat tema “Pemilu 2009 dan Prospek Konsolidasi Demokrasi di Tengah Krisis Ekonomi Global”. Sebagaimana tahun sebelumnya, Refleksi Akhir Tahun kali ini juga diisi dengan penganugerahan IPSK Award kepada tiga penelitian terbaik di lingkungan kedeputian bidang IPSK untuk penelitian tahun 2008.

Pada tahun ini, Pusat Penelitian Politik berhasil merebut dua gelar sekaligus, yaitu terbaik pertama yang diraih oleh penelitian “Transformasi Politik Gerakan Aceh Merdeka (Pasca MoU Helsinki) dan terbaik kedua yang diraih oleh penelitian “Nasionalisme, Demokratisasi dan Sentimen Primordial di Indonesia: Problematika Etnisitas versus Keindonesiaan (Studi Kasus Aceh, Papua, Riau, dan Bali)”.

Untuk terbaik pertama, tim penelitian ini terdiri dari Moch. Nurhasim, SIP, MSi selaku koordinator dengan anggota Drs. M. Hamdan Basyar, MSi., Dr. R. Siti Zuhro, Wawan Ichwanuddin, SSos, MSi., dan Dr. Asvi Warman Adam. Penelitian ini menguraikan perubahan diri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pasca MoU Helsinki sebagai kekuatan politik, ekonomi, dan sosial yang baru di Aceh, sekaligus sebagai kekuatan sipil yang paling berpengaruh dalam konstelasi politik dan pemerintahan, bisnis, dan hubungan sosial.

Penelitian tim Nasionalisme, sebagai terbaik kedua, terdiri dari Firman Noor, SIP, MA selaku koordinator dengan anggota tim Prof. Dr. Mochtar Pabottingi, Irine Hiraswari Gayatri, SSos, MA., Muridan S. Widjojo, PhD., dan Syafuan Rozi Subhan, SIP, MSi. Kebangkitan identitas keetnisan di era Reformasi di wilayah seperti Aceh, Papua, Riau, dan Bali merupakan fenomena konkret dari munculnya kesadaran dan gerakan politik atas dasar etnis. Faktor penyebabnya jelas tidak monolitik. Sejauh mana sentimen dan identitas keetnisan yang menguat dan meluas di Indonesia pada era demokratisasi memberikan dampak pada keindonesiaan menjadi fokus dalam penelitian ini. (Lidya Christin Sinaga)