Seminar Internal “Master’s Thesis and Book Review Series”

Kategori: Kegiatan
Ditulis oleh Administrator

intern 1 oktoberSeminar internal yang diadakan secara reguler oleh Pusat Penelitian Politik bertujuan untuk mengangkat isu-isu baru maupun memberikan pengayaan akademis, baik dibawakan oleh peneliti internal maupun narasumber dari luar LIPI. Pada 1 Oktober 2019, giliran dua peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI, yaitu Fathimah Fildzah Izzati, M.Sc dan Eristya Irwanto, M.SE, mengisi seminar internal dengan masing-masing menyampaikan thesis studi Masternya dan bedah buku.

 

Fildzah mengawali seminar dengan mempresentasikan hasil studi strata II-nya di Department of Development Studies, SOAS University of London. Dalam thesisnya berjudul “Women’s Work in Indonesia’s Online Shop Businesses”, Fildzah menganalisis peranan perempuan dalam bisnis daring yang sedang marak beberapa tahun belakangan ini. Menurut Fildzah, fenomena ini bisa dilihat menggunakan konsep platform capitalism dan logistic revolution yang menurutnya saling berkelindan. Studi yang telah dilakukan di  enam kota dan melibatkan 20 informan ini menggolongkan perempuan dalam bisnis toko daring ke dalam tiga kategori peran, yaitu sebagai owner sekaligus produser, sebagai reseller, dan sebagai pengusaha yang juga mempekerjakan pegawai maupun bekerja sama dengan pihak lain. Fildzah mengatakan walaupun para informannya merasa terbantu dengan bisnis toko daring yang menyediakan fleksibilitas lingkup kerja, mengurangi beban finansial, dan memperluas interaksi sosial, tetap saja platform bisnis ini memiliki permasalahan. Lebih jauh menurut Fildzah, para perempuan ini tetap memiliki beban reproduksi sosial dan status mereka sebagai orang yang bekerja tidak dianggap secara serius karena apa yang mereka lakukan dipandang bukan sebagai pekerjaan sungguhan. Fildzah juga menambahkan karena belum jelasnya peraturan terhadap bisnis jenis ini, maka terdapat kerentanan terjadinya eksploitasi pekerja. Dalam akhir paparannya, Fildzah menyarankan dibentuknya sebuah regulasi untuk toko daring dan investigasi lebih jauh untuk membahas hal ini.

 

Berikutnya Eristya melanjutkan seminar internal siang itu dengan membedah buku karya Dambisa Moyo berjudul “Edge of Chaos: Why Democracy is Failing to Deliver Economic Growth – and How to Fix It”. Di awal paparannya, Eristya menjelaskan bahwa buku yang terbit tahun 2018 ini ingin melihat keterhubungan demokrasi dan pertumbuhan ekonomi. Di buku ini digambarkan adanya fenomena myopia politik di mana untuk memenangkan sebuah pemilihan, seorang politisi akan lebih berinvestasi pada perbaikan jangka pendek yang langsung dapat meningkatkan kesejahteraan tanpa berpikir dampaknya pada masa depan. Hal ini berimplikasi pada sulitnya merancang sebuah pembangunan yang berkelanjutan. Untuk mengatasi hal ini Eristya mengungkapkan bahwa Moyo menyarankan untuk melakukan beberapa langkah pembaruan. Khususnya menyangkut pemilu, Moyo menyarankan adanya sebuah pemungutan suara terbobot yang membagi besaran kekuatan voting berdasarkan kualifikasi pemilih. Dalam menanggapi hal Ini, Eristya walaupun memberikan pujian terhadap temuan Moyo mengenai myopia politik, namun ia mengkritik sistem pemungutan suara terbobot karena akan menyebabkan adanya pembatasan pada kategorisasi pemilih dan hal tersebut justru tidak sesuai dengan sistem demokrasi yang seharusnya memberikan hak seimbang pada setiap warga negara. (Khanisa)